Skip to main content

Kasihan Ana, Beruntungnya Ana.

Panggil saja dia Ana. Seorang gadis desa yang sedang merantau dan suka bepergian jauh.
Hidupnya yang sedikit beruntung dari gadis-gadis lain. Namun juga kadang patut lebih dikasihani dari teman-temannya yang lain. 

Ana adalah anak seorang mantan DPRD, dan anak mantan kepala sekolah. Hidupnya 8 tahun yang lalu serba ada, serba nyaman, dan serba membahagiakan. Mengapa tidak. Setiap kali Mamanya pulang dari luar kota, minimal 2 pasang baju baru menjadi oleh-oleh rutin yang dia dapat. Setiap kali Papanya pulang kerja, ice cream-lah yang membuat ia selalu menunggu didepan pintu. 

Namun kenyataan bisa saja berganti begitu cepatnya. Papa Ana menjadi sakit-sakitan sehingga memutuskan untuk berhenti bekerja. Tidak lama  setelah itu juga, Mama Ana berhenti dan melepaskan kursi pemerintahan lalu memutuskan untuk menjadi wiraswasta. Saat itulah, hidup Ana lebih keras dari sebelumnya, lebih gelap dari masa lalunya.

Ana harus melanjutkan sekolah dengan seragam abu-abunya. Dari mulai berjualan jilbab, baju hingga pensil ia lakukan demi meringankan beban Mamanya yang sekarang menjadi tulang punggung keluarga. Uang yang ia dapat dari jualannya, sebagian ia tabung dan sebagian pula ia gunakan untuk keperluan sehari-harinya. Aktifitas berjualannya terus ia lakukan walaupun setiap bulannya ia dikirimi uang oleh Pamannya. Dan baiknya lagi, ia mendapat beasiswa (tidak penuh) dari sekolahnya, dan luar biasanya, ia mendapat beasiswa gratis makan dari Bu Nyai (Pengasuh) dimana ia menimba ilmu. Kemurahan Sang Maha Pemurah tidak membuat Ana berhenti untuk menjadi anak yang mandiri. Sehingga hampir setiap keperluan yang ia butuhkan, tidak sedikitpun ia meminta kepada orang tuanya. 

Begitupun ketika akan masuk ke perguruan tinggi. Dengan tekad bulat, ia harus lolos ke Perguruan Tinggi Negeri dengan beasiswa. Mati-matian ia belajar. Habis-habisan dia berusaha. Karena hasil tidak akan pernah menghianati usaha. Ana dinyatakan lolos di salah satu perguruan tinggi Malang dengan beasiswa Bidik Misi. 

Subsidi pemerintah yang dialokasikan untuk mahasiswa penerima beasiswa tersebut adalah sebesar 600k tiap bulannya, ditambah uang kuliah setiap semesternya. 600k mungkin tidak cukup untuk hidup dikota sebesar Malang. Tapi beruntungnya, ada saja kemurahan Sang Maha Agung. Ternyata Ana ditawari tinggal dan hidup bersama saudaranya.

Lagi-lagi, kemudahan itu tidak membuat Ana berhenti menjadi anak mandiri. Kemandirian Ana yang telah terbentuk sejak lama, terus ia kembangkan hingga detik ini. Dari mulai menjadi tenaga kerja bimbingan belajar, guru private, bisnis jilbab hingga menjadi hand crafter Malang. 

Aktivitasnya menjadi seorang mahasiswa dan kesibukannya mencari kehidupan adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan. Namun hobi dan ketertarikannya dalam kepenulisan ternyata membuatnya dapat melihat dunia lebih luas dari yang lainnya, membuatnya dapat menelaah kehidupan lebih dalam dari sebelumnya. Lihat saja, dengan tulisannya, ia pernah terbang ke bagian paling ujung Indonesia, Serambi Mekah, Aceh Darussalam. Dengan tekadnya, ternyata ia berkesempatan mengunjungi negara tetangga, Negeri Sembilan Malaysia. 

Jadi, kalian setuju kan. Bahwa Ana patut lebih dikasihani. Namun juga sedikit lebih beruntung daripada yang lainnya.      

Challange 6-
#RuangProduktif
 

Comments

Popular posts from this blog

Tik.. tik.. tik..  Suara pergantian detik itu masih saja terdengar jelas olehku.  Lalu ku lihat jam putih tak ber-angka tertempel di dinding kamar yang bercat putih juga.  'Oh sudah 4 jam berlalu' ku berkata dalam hati.  Ya. Sudah 4 jam berlalu setelah Dia mengatakan bahwa kita tak bisa bersama lagi.  Aku masih saja pada posisi dimana bantal putih tulang pada pangkuanku, rambut tergerai lusuh, dan mata sembab sebesar bola pimpong.  Tik.. tik.. tik..  Suara itu masih ada.  Tapi kali ini, waktu berlalu lebih cepat. Karena 4 jam telah berganti menjadi 4 bulan.  Ya. Jam putih yang menempel pada dinding bercat putih.  Dengan suasana yg sama. Dengan kondisi hati yang sama.  Hatiku bertanya. 'Bagaimana kabarmu wahai hati yg menyakitiku?'  Seketika ku raih hp putihku dan ku buka media yg ku pikir dapat menjadi sedikit obat rinduku pada hati yg menghianatiku.  Senyumannya. Kesejukan wajahnya. Tetap saja m...

Bumi Berteriak dan Langit Menangis

Ku lihat gunung yang tak lagi menjulang berwarna hijau. Ku amati sungai yang tak lagi memperlihatkan ikan-ikan yang sedang berenang. Ku pandangi pantai yang hanya menampakkan tumpukan sampah-sampah. Sementara, Orang-orang duduk santai diteras rumah, sambil mencaci setiap daun yang berguguran. Sementara, Orang-orang elit mondar-mandir sok sibuk, namun menguap ketika sedang rapat. Bahkan, Para pemuda acuh tak acuh dan hanya fokus pada asmara yang membuatnya tak karuan. Padahal, Bumi berteriak meminta perhatian. Langit menangis melihat kedzoliman. Lalu, Tidakkah hatimu tergerak untuk segera bertindak? Kemanakah nuranimu menuntunmu untuk begerak? Wahai manusia, Ulurkan tanganmu untuk sekedar menyentuh tanah untuk mengetahui keadaannya. Langkahkan kakimu untuk sekedar mengamati kondisi sekitarmu. Yang seperti itu sesungguhnya lebih bernilai daripada mencaci dan mencari-cari kesalahan orang lain. Challange 5- #RuangProduktif

Ice Cream Berbahan Dasar Buah Local Ciplukan (Physalis angulata.L) dengan Modifikasi Susu Colostrum sebagai Inovasi Menuju Masyarakat Hidup Sehat

Ice Cream Berbahan Dasar Buah Local Ciplukan ( Physalis angulata.L ) dengan Modifikasi Susu Colostrum sebagai Inovasi Menuju Masyarakat Hidup Sehat Oleh Wirdatun Nafisah & Rizqy Khoirun Nisa' Telah diakui secara luas bahwa buah-buahan dan sayuran merupakan komponen penting dalam diet sehat. Serat dalam buah-buahan dan sayuran bermanfaat untuk membantu menjaga kadar gula darah, menjaga kadar lemak darah, menyehatkan saluran cerna dan membantu membuat rasa kenyang bagi yang sedang diet (Agudo, 2005). Selain itu, mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran juga bermanfaat mencegah kerusakan sel dalam tubuh akibat proses oksidasi dari polusi dan metabolisme tubuh (Witjaksono, 2013). Mengkonsumsi buah dan sayur penting untuk dilakukan setiap individu. Namun, Indonesia merupakan negara dengan tingkat populasi konsumsi buah dan sayur yang sangat rendah. Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan Indon...