Ku lihat gunung yang tak lagi menjulang berwarna hijau.
Ku amati sungai yang tak lagi memperlihatkan ikan-ikan yang sedang berenang.
Ku pandangi pantai yang hanya menampakkan tumpukan sampah-sampah.
Sementara,
Orang-orang duduk santai diteras rumah, sambil mencaci setiap daun yang berguguran.
Sementara,
Orang-orang elit mondar-mandir sok sibuk, namun menguap ketika sedang rapat.
Bahkan,
Para pemuda acuh tak acuh dan hanya fokus pada asmara yang membuatnya tak karuan.
Padahal,
Bumi berteriak meminta perhatian.
Langit menangis melihat kedzoliman.
Lalu,
Tidakkah hatimu tergerak untuk segera bertindak?
Kemanakah nuranimu menuntunmu untuk begerak?
Wahai manusia,
Ulurkan tanganmu untuk sekedar menyentuh tanah untuk mengetahui keadaannya.
Langkahkan kakimu untuk sekedar mengamati kondisi sekitarmu.
Yang seperti itu sesungguhnya lebih bernilai daripada mencaci dan mencari-cari kesalahan orang lain.
Challange 5-
#RuangProduktif
Ku amati sungai yang tak lagi memperlihatkan ikan-ikan yang sedang berenang.
Ku pandangi pantai yang hanya menampakkan tumpukan sampah-sampah.
Sementara,
Orang-orang duduk santai diteras rumah, sambil mencaci setiap daun yang berguguran.
Sementara,
Orang-orang elit mondar-mandir sok sibuk, namun menguap ketika sedang rapat.
Bahkan,
Para pemuda acuh tak acuh dan hanya fokus pada asmara yang membuatnya tak karuan.
Padahal,
Bumi berteriak meminta perhatian.
Langit menangis melihat kedzoliman.
Lalu,
Tidakkah hatimu tergerak untuk segera bertindak?
Kemanakah nuranimu menuntunmu untuk begerak?
Wahai manusia,
Ulurkan tanganmu untuk sekedar menyentuh tanah untuk mengetahui keadaannya.
Langkahkan kakimu untuk sekedar mengamati kondisi sekitarmu.
Yang seperti itu sesungguhnya lebih bernilai daripada mencaci dan mencari-cari kesalahan orang lain.
Challange 5-
#RuangProduktif
Comments
Post a Comment