Skip to main content

Karena Visi yang Akan Membawamu

Coba simak cerita yang akan saya tuliskan berikut ini.

Suatu ketika, ada seorang pemuda sedang berdiri dijalan. Dia menunggu taksi untuk pergi ke suatu tempat. Setelah beberapa menit kemudian, sebuah taksi berhenti seketika pemuda itu melambaikan tangannya. 
Tak perlu berpikir lama, pemuda itu membuka pintu dan duduk tepat dibelakang bangku sopir taksi. 

"Mau pergi kemana mas?". Tanya sopir taksi.
"Pulang". Pemuda itu menjawab dengan santainya. 
"Rumahnya dimana mas?". Pak sopir bertanya dengan sedikit mengerutkan kening.
"Rumah orang tua saya". Pemuda itu menjawab datar. 
"Rumah orang tuanya dimana mas?". Pak sopir bertanya dengan nada sedikit tinggi. 
Kemudian lagi-lagi pemuda itu menjawab datar. 
"Ya disana". 

Tau kah apa yang dilakukan sopirnya disaat puncak emosinya? 
Menyuruh penumpang itu turun? 
Atau malah memarahi dan memaki penumpang itu? 
Sayangnya, jawabannya adalah tidak. 
Pak sopir kemudian bertanya dengan lebih lembut. 

"Mas ada uang berapa?". 
Pemuda itu menjawab, "200 ribu rupiah". 

Tak berkata lagi. Kemudian sopir taksi itu mulai mengemudikan taksinya. Dengan tanpa arah dan tujuan. Dipikirannya hanya satu. Mengemudikan mobil, sampai argo mobil tersebut mencapai 200 ribu. 

Kemudian setelah sampai 200 ribu. Sopir taksi tersebut menyuruh pemuda itu turun namun uang 200 ribu pemuda itu ia ambil. 

------
Inilah salah satu bukti, bahwa visi itu sangat penting. Bahwa asa itu sangat genting. 
Yang menghindarimu dari hanya keliling-keliling. Namun juga menjadi bagian hidup masyatakat yang sungguh penting. 

Nb: kisah ini baru saja saya dapatkan dari salah satu insporator di kegiatan Big Eco Camp 2.0

Semoga bisa dapat menularkan energi. 

Challange 8- 
#RuangProduktif

Comments

Popular posts from this blog

Tik.. tik.. tik..  Suara pergantian detik itu masih saja terdengar jelas olehku.  Lalu ku lihat jam putih tak ber-angka tertempel di dinding kamar yang bercat putih juga.  'Oh sudah 4 jam berlalu' ku berkata dalam hati.  Ya. Sudah 4 jam berlalu setelah Dia mengatakan bahwa kita tak bisa bersama lagi.  Aku masih saja pada posisi dimana bantal putih tulang pada pangkuanku, rambut tergerai lusuh, dan mata sembab sebesar bola pimpong.  Tik.. tik.. tik..  Suara itu masih ada.  Tapi kali ini, waktu berlalu lebih cepat. Karena 4 jam telah berganti menjadi 4 bulan.  Ya. Jam putih yang menempel pada dinding bercat putih.  Dengan suasana yg sama. Dengan kondisi hati yang sama.  Hatiku bertanya. 'Bagaimana kabarmu wahai hati yg menyakitiku?'  Seketika ku raih hp putihku dan ku buka media yg ku pikir dapat menjadi sedikit obat rinduku pada hati yg menghianatiku.  Senyumannya. Kesejukan wajahnya. Tetap saja m...

Bumi Berteriak dan Langit Menangis

Ku lihat gunung yang tak lagi menjulang berwarna hijau. Ku amati sungai yang tak lagi memperlihatkan ikan-ikan yang sedang berenang. Ku pandangi pantai yang hanya menampakkan tumpukan sampah-sampah. Sementara, Orang-orang duduk santai diteras rumah, sambil mencaci setiap daun yang berguguran. Sementara, Orang-orang elit mondar-mandir sok sibuk, namun menguap ketika sedang rapat. Bahkan, Para pemuda acuh tak acuh dan hanya fokus pada asmara yang membuatnya tak karuan. Padahal, Bumi berteriak meminta perhatian. Langit menangis melihat kedzoliman. Lalu, Tidakkah hatimu tergerak untuk segera bertindak? Kemanakah nuranimu menuntunmu untuk begerak? Wahai manusia, Ulurkan tanganmu untuk sekedar menyentuh tanah untuk mengetahui keadaannya. Langkahkan kakimu untuk sekedar mengamati kondisi sekitarmu. Yang seperti itu sesungguhnya lebih bernilai daripada mencaci dan mencari-cari kesalahan orang lain. Challange 5- #RuangProduktif

Ice Cream Berbahan Dasar Buah Local Ciplukan (Physalis angulata.L) dengan Modifikasi Susu Colostrum sebagai Inovasi Menuju Masyarakat Hidup Sehat

Ice Cream Berbahan Dasar Buah Local Ciplukan ( Physalis angulata.L ) dengan Modifikasi Susu Colostrum sebagai Inovasi Menuju Masyarakat Hidup Sehat Oleh Wirdatun Nafisah & Rizqy Khoirun Nisa' Telah diakui secara luas bahwa buah-buahan dan sayuran merupakan komponen penting dalam diet sehat. Serat dalam buah-buahan dan sayuran bermanfaat untuk membantu menjaga kadar gula darah, menjaga kadar lemak darah, menyehatkan saluran cerna dan membantu membuat rasa kenyang bagi yang sedang diet (Agudo, 2005). Selain itu, mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran juga bermanfaat mencegah kerusakan sel dalam tubuh akibat proses oksidasi dari polusi dan metabolisme tubuh (Witjaksono, 2013). Mengkonsumsi buah dan sayur penting untuk dilakukan setiap individu. Namun, Indonesia merupakan negara dengan tingkat populasi konsumsi buah dan sayur yang sangat rendah. Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan Indon...